Siapa yang belum atau
bahkan tidak pernah bermimpi? Mustahil bahwa seseorang untuk tidak ataupun
belum pernah merasakan mimpi.
Mimpi adalah pintu pertama
menuju realitas. Dari mimpi, sesuatu mendapatkan gambaran bentuknya. Dari mimpi
pula, seseorang menggambarkan cita-citanya. Dari mimpi terlahir masa kini.
Beberapa
orang menyebut mimpi sebagai bunga tidur. Mimpi dianggap sebagai pemanis di
kala sedang terlelap. Dianggap tidak mempunyai arti. Namun pada beberapa orang
mimpi juga diangap sebagai pertanda.
Apalagi jika yang mengalami mimpi itu adalah wali, orang sholeh, atau orang
yang dianggap mempunyai kedekatan dengan pencipta. Nah, mimpi yang di tanda kan
tersebut akan menjadi rebutan dalam penafsiran dan pengakuan.
Yang
ini lain lagi. . Mimpi yang dibangun sendiri. Membangun mimpi untuk menambah
energi dalam mencapai suatu harapan. Cita-cita.
Begitu orang menyebut mimpi yang menjadi arah dalam kelakuan hidupnya. Mimpi
itu akan dipasang di depan jalan yang dilaluinya supaya setiap langkahnya
selalu diiringi oleh harapan besarnya.
Mimpi
adalah pengalaman di bawah ruang
kesadaran yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, dan
alat indra lainnya, bias terjadi di dalam tidur atau terjaga.
Ada
kalanya mimpi juga bisa dikendalikan. Ketika rasa dan indra sudah merasa
menjadi bagian dari mimpi, kadangkala apa yang dikehendaki bisa membelokkan
arah dalam mimpi.
Andai Tuhan
memberiku pilihan dalam bermimpi, aku ingin selalu bermimpi tentang dirimu. Dirimu
yang senyatanya jarang tersenyum padaku, jarang berbincang denganku, dan
terlebih seperti tak lagi mengenalku.

0 komentar:
Posting Komentar