Jumat, 04 April 2014

TIDAK SAYANG LINGKUNGAN. APA KATA DUNIA?


 
PERADABAN terus berjalan meninggalkan jejak hidup manusia. Tanpa naluri perasaan dan logika, manusia akan kehilangan eksistensinya yang terbang bersama kekejaman dunia materialistis. Di tengah derasnya arus budaya modernisasi teknologi dan kebiasaan hidup mewah dan berfoya-foya.

 Segala cara dilakukan manusia untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Termasuk kegiatan menebang pohon secara liar, banyak para pembalak liar yang menjadi oknum-oknum pelaku penebangan liar yang kini kian marak terjadi. Kebanyakan dari mereka tidak mempertimbangkan keseimbangan ekosistem hutan itu sendiri, hanya mementingkan kepentinganya tanpa melakukan sistem tebang pilih. Akhirnya hutan gundul dan rusaknya ekosistem hutan.
Contoh sikap seperti itu merupakan salah satu bukti munculnya sikap tidak sayang terhadap lingkungan. Baik lingkungan sekitar maupun lingkungan yang jauh dari tempat tinggal kita seperti hutan, yang masyarakat jawa tidak dapat melihat langsung, karena di Jawa sendiri tidak ada hutan seperti di pulau Kalimantan. Hutan merupakan paru-paru dunia. Tapi bagaimana mungkin kita dapat menjaga hutan yang jauh dari jangkauan mata kita?
Bila hal kecil yang dapat kita lakukan untuk menjaga lingkungan di sekitar kita saja masih sangat sulit untuk di biasakan. Apalagi hutan? 

Rabu, 02 April 2014

Simpul Sederhana



Di tengah lautan manusia berdiri diantara bangunan megah nan luar biasa, tak sekalipun semburat raja menghadang pandanganku terhadap langit yang begitu anggun membiru. Bahkan tak silau sekalipun aku menengadahkan kepala ke arahnya. Hanya saja, menelusuri setiap sudut adalah indah ketika aku bertemu simpul sederhana  yang telah sengaja kau sisipkan untukku di sela aku menelusur kemilau suasana ini :) Ya simpul sederhana itu cukup bahkan melebihi kapasitas semangatku kala itu. Terima kasih

Primas lagi bahagiaaaa,
Hamdalaah ~

Jumat, 04 April 2014

TIDAK SAYANG LINGKUNGAN. APA KATA DUNIA?

Diposting oleh Primasdiahap di 23.28 0 komentar

 
PERADABAN terus berjalan meninggalkan jejak hidup manusia. Tanpa naluri perasaan dan logika, manusia akan kehilangan eksistensinya yang terbang bersama kekejaman dunia materialistis. Di tengah derasnya arus budaya modernisasi teknologi dan kebiasaan hidup mewah dan berfoya-foya.

 Segala cara dilakukan manusia untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Termasuk kegiatan menebang pohon secara liar, banyak para pembalak liar yang menjadi oknum-oknum pelaku penebangan liar yang kini kian marak terjadi. Kebanyakan dari mereka tidak mempertimbangkan keseimbangan ekosistem hutan itu sendiri, hanya mementingkan kepentinganya tanpa melakukan sistem tebang pilih. Akhirnya hutan gundul dan rusaknya ekosistem hutan.
Contoh sikap seperti itu merupakan salah satu bukti munculnya sikap tidak sayang terhadap lingkungan. Baik lingkungan sekitar maupun lingkungan yang jauh dari tempat tinggal kita seperti hutan, yang masyarakat jawa tidak dapat melihat langsung, karena di Jawa sendiri tidak ada hutan seperti di pulau Kalimantan. Hutan merupakan paru-paru dunia. Tapi bagaimana mungkin kita dapat menjaga hutan yang jauh dari jangkauan mata kita?
Bila hal kecil yang dapat kita lakukan untuk menjaga lingkungan di sekitar kita saja masih sangat sulit untuk di biasakan. Apalagi hutan? 

Rabu, 02 April 2014

Simpul Sederhana

Diposting oleh Primasdiahap di 18.21 0 komentar


Di tengah lautan manusia berdiri diantara bangunan megah nan luar biasa, tak sekalipun semburat raja menghadang pandanganku terhadap langit yang begitu anggun membiru. Bahkan tak silau sekalipun aku menengadahkan kepala ke arahnya. Hanya saja, menelusuri setiap sudut adalah indah ketika aku bertemu simpul sederhana  yang telah sengaja kau sisipkan untukku di sela aku menelusur kemilau suasana ini :) Ya simpul sederhana itu cukup bahkan melebihi kapasitas semangatku kala itu. Terima kasih

Primas lagi bahagiaaaa,
Hamdalaah ~
 
Reaching Dream of the Past Blogger Template by Ipietoon Blogger Template
Cute Hello Kitty 2