Kamis, 14 November 2013

Cukup Aku, Pengagum Rahasia


Apakah cinta harus memilih tempat yang tepat untuk menyebutnya cinta? Kala malam gelap gulita tak dapat lagi mengalahkan segala apa yang dia rasa?

Tunggu! Aku ikut larut dalam pesonamu, maukah kamu menghentikan seluruh pesona itu agar aku tak terlarut terbang lebih jauh bersamamu?

Sopan sekali kamu, aku kesulitan jika harus mengklasifikasikan satu per satu tingkah sopanmu terhadapku atau siapapun. Dan sebutlah aku penggemar rahasia.


Waktu yang menari seakan tanpa pijak menjeratnya, tak lagi berjalan lambat saat kegiatanku mengagumi sosokmu itu berlangsung. Dan kamu, 2 bulan lalu aku mendengar namamu, melihat sosokmu, dan bertemu denganmu untuk pertama kalinya. Sesaat setelah aku dinyatakan menjadi salah satu siswi SMA di sekolah (kita). 

Waktu itu kamu, segala tentangmu begitu cepat absurd dalam lautan otakku. Miliaran bahkan berlari begitu cepatnya hingga aku tak lagi mampu mengingatnya satu per satu. Demikian..

Dan.. aku hanya bisa mengarunginya perlahan hingga aku mendapati suatu titik, ya titik jenuh menunggu usainya seluruh bayangan kisah manis yang ku harap sesegera mungkin dapat mengakhiri seluruh cerita kita. Sesegera pula untuk terkristalisasi menjadi kenangan manis diantara kita.

Maaf sebelumnya, aku menyebut kita. Bolehkan? Aku memang sudah sangat lama menunggu kita untuk menyebut aku dan kamu. Hingga saat ini bahkan sampai aku lelah, aku lebih dari cukup untuk sekedar lelah. Lelah jiwa, lelah raga, lelah membuntuti kemauanmu, lelah membuntuti keinginanmu, dan aku lelah mengikuti semua tentangmu. 

Menjadi pengagum rahasia, di setiap sudut mata memandangimu, di setiap sudut tempat menemuimu, dan di setiap sudut-sudut waktu memikirkanmu. 
Primas Diah Ayu Puspitasari

0 komentar:

Posting Komentar

Kamis, 14 November 2013

Cukup Aku, Pengagum Rahasia

Diposting oleh Primasdiahap di 12.56

Apakah cinta harus memilih tempat yang tepat untuk menyebutnya cinta? Kala malam gelap gulita tak dapat lagi mengalahkan segala apa yang dia rasa?

Tunggu! Aku ikut larut dalam pesonamu, maukah kamu menghentikan seluruh pesona itu agar aku tak terlarut terbang lebih jauh bersamamu?

Sopan sekali kamu, aku kesulitan jika harus mengklasifikasikan satu per satu tingkah sopanmu terhadapku atau siapapun. Dan sebutlah aku penggemar rahasia.


Waktu yang menari seakan tanpa pijak menjeratnya, tak lagi berjalan lambat saat kegiatanku mengagumi sosokmu itu berlangsung. Dan kamu, 2 bulan lalu aku mendengar namamu, melihat sosokmu, dan bertemu denganmu untuk pertama kalinya. Sesaat setelah aku dinyatakan menjadi salah satu siswi SMA di sekolah (kita). 

Waktu itu kamu, segala tentangmu begitu cepat absurd dalam lautan otakku. Miliaran bahkan berlari begitu cepatnya hingga aku tak lagi mampu mengingatnya satu per satu. Demikian..

Dan.. aku hanya bisa mengarunginya perlahan hingga aku mendapati suatu titik, ya titik jenuh menunggu usainya seluruh bayangan kisah manis yang ku harap sesegera mungkin dapat mengakhiri seluruh cerita kita. Sesegera pula untuk terkristalisasi menjadi kenangan manis diantara kita.

Maaf sebelumnya, aku menyebut kita. Bolehkan? Aku memang sudah sangat lama menunggu kita untuk menyebut aku dan kamu. Hingga saat ini bahkan sampai aku lelah, aku lebih dari cukup untuk sekedar lelah. Lelah jiwa, lelah raga, lelah membuntuti kemauanmu, lelah membuntuti keinginanmu, dan aku lelah mengikuti semua tentangmu. 

Menjadi pengagum rahasia, di setiap sudut mata memandangimu, di setiap sudut tempat menemuimu, dan di setiap sudut-sudut waktu memikirkanmu. 
Primas Diah Ayu Puspitasari

0 komentar on "Cukup Aku, Pengagum Rahasia"

Posting Komentar

 
Reaching Dream of the Past Blogger Template by Ipietoon Blogger Template
Cute Hello Kitty 2